Minggu, 14 Oktober 2012

PLANTAR FASCITIS

Pendahuluan
Apakah anda pernah mengalami nyeri di tumit pada saat baru bangun tidur di pagi hari? Atau apakah tumit anda terasa sakit setelah lari-lari atau bermain tenis?
Pada umumnya, nyeri tumit disebabkan oleh peradangan dari plantar fascia – suatu jaringan disepanjang bagian bawah kaki yang menghubungkan tulang tumit dengan ibu jari kaki kita. Keadaan ini disebut plantar fasciitis.
Plantar fasciitis menyebabkan nyeri seperti ditusuk atau rasa terbakar yang biasanya bertambah buruk pada pagi hari karena fascia mengencang (berkontraksi) sepanjang malam. Segera setelah kita berjalan-jalan beberapa saat, nyeri yang disebabkan oleh plantar fasciitis ini biasanya berkurang, tetapi mungkin akan terasa nyeri kembali setelah berdiri beberapa lama atau setelah bangun dari posisi duduk.
Pada kebanyakan kasus, nyeri dari plantar fasciitis ini akan menghilang dengan sendirinya tanpa pembedahan atau pengobatan invasif lainnya. Dan anda dapat mengambil beberapa langkah untuk mencegah terjadinya lagi plantar fasciitis.

Gejala
Plantar fasciitis biasanya timbul secara bertahap, tetapi dapat juga datang dengan tiba-tiba dan langsung nyeri hebat. Dan meskipun dapat mengenai kedua kaki, akan tetapi lebih sering hanya pada satu kaki saja. Perhatikan adanya:
· Nyeri tajam di bagian dalam telapak kaki di daerah tumit, yang dapat terasa seperti ditusuk pisau pada telapak kaki.
· Nyeri tumit yang cenderung bertambah buruk pada beberapa langkah pertama setelah bangun tidur, pada saat naik tangga atau pada saat jinjit (berdiri pada ujung-ujung jari).
· Nyeri tumit yang timbul setelah berdiri lama atau setelah duduk lama kemudian bangkit dan berjalan maka timbul nyeri tumit.
· Nyeri tumit yang timbul setelah berolahraga, tetapi tidak timbul pada saat sedang berolahraga.
· Pembengkakan ringan di tumit.

Penyebab
Dalam keadaan normal, plantar fascia kita bekerja seperti sebuah serabut-serabut penyerap kejutan (shock-absorbing bowstring), menyangga lengkung dalam kaki kita. Tetapi, jika tegangan pada serabut-serabut tersebut terlalu besar, maka dapat terjadi beberapa robekan kecil di serabut-serabut tersebut. Bila ini terjadi berulang-ulang maka fascia akan menjadi teriritasi atau meradang. Penyebab plantar fasciitis dapat diakibatkan:
· Aktivitas fisik yang berlebihan. Plantar fasciitis umum dijumpai pada pelari-pelari jarak jauh. Jogging, berjalan atau naik tangga juga dapat menyebabkan stress yang terlalu banyak pada tulang tumit kita dan jaringan lunak yang terikat di sana.
· Arthritis. Beberapa tipe arthritis dapat menyebabkan peradangan pada tendon dari telapak kaki, yang dapat menyebabkan plantar fasciitis.
· Diabetes. Meskipun tidak diketahui mekanismenya, akan tetapi plantar fasciitis terjadi lebih sering pada orang dengan diabetes.
· Mekanik kaki yang abnormal. Lengkung telapak kaki yang datar atau terlalu melengkung atau pola berjalan yang abnormal dapat mengakibatkan distribusi berat badan kita tidak seimbang diterima oleh kedua kaki, dan menyebabkan stress tambahan paa plantar fascia.
· Sepatu yang tidak cocok. Sepatu yang solnya tipis, longgal atau tidak ada dukungan untuk lengkung kaki atau tidak ada kemampuan untuk menyerap hentakan tidak melindungi kaki kita. Jika anda secara teratur memakai sepatu dengan tumit tinggi maka tendon Achilles – yakni tendon yang melekat pada tumit kita – dapat berkontraksi/tegang dan memendek, menyebabkan strain pada jaringan di sekitar tumit.
Faktor-faktor Risiko
Risiko anda mendapatkan plantar fasciitis meningkat jika anda:
§ Aktif dalam olahraga. Aktifitas yang menempatkan sejumlah stress pada tulang tumit anda dan jaringan yang melekat di sekitar tumit adalah yang paling sering menyebabkan plantar fasciitis. Ini antara lain berlari, dansa balet, dan aerobik.
§ Kaki datar atau mempunyai lengkung tinggi. Orang-orang dengan kaki datar mempunyai penyerapan kejutan yang kurang, yang mana hal ini meningkatkan peregangan dan tegangan pada plantar fascia. Orang-orang dengan lengkung kaki yang tinggi mempunyai jaringan plantar yang lebih ketat, yang juga menyebabkan penyerapan kejutan yang kurang.
§ Usia paro baya atau lebih tua. Nyeri tumit cenderung lebih umum dijumpai oleh karena penuaan menyebabkan lengkung kaki mulai mendatar, menimbulkan stress pada plantar fascia.
§ Berat badan berlebih. Berjalan-jalan dengan berat badan yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan jaringan lemak di bawah tulang tumit dan menyebabkan nyeri tumit. Orang-orang yang naik berat badannya dengan cepat dapat menderita plantar fasciitis, tetapi tidak selalu.
§ Kehamilan. Berat badan yang bertambah dan pembengkakan yang dialami pada saat hamil dapat menyebabkan ligamen (jaringan pengikat) pada tubuh termasuk di kaki – untuk mengendur. Ini dapat menyebabkan permasalahan mekanikal dan peradangan.
§ Pekerjaan. Orang-orang dengan pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan banyak berjalan atau berdiri pada permukaan yang keras, termasuk pekerja pabrik, guru, dan pelayan restoran, dapat merusak plantar fascia mereka.
§ Mengenakan sepatu dengan support lengkung kaki yang kurang atau alas sepatu yang kaku.

Kapan harus ke dokter
§ Jika anda mengalami nyeri lutut, anda dapat mencoba beberapa cara pengobatan sendiri, seperti melakukan peregangan dan mengubah aktivitas anda. Jika tidak ada banyak kemajuan setelah beberapa minggu, kunjungi dokter keluarga anda.
§ Carilah pertolongan lebih cepat jika nyeri yang anda alami memburuk meskipun sudah melakukan peregangan dan mengubah aktivitas anda. Jika anda juga mempunyai diabetes atau keadaan lain yang mnyebabkan peredaran darah yang buruk, anda harus ke dokter untuk dilakukan penilaian dini perubahan-perubahan yang terjadi di kaki anda.

Tes dan diagnosis
· Dokter akan menanyakan mengenai keluhan yang anda derita dan mencari titik-titik nyeri/kaku di kaki anda. Ini dapat membantu untuk menyingkirkan penyebab-penyebab lain nyeri lutut, seperti tendinitis, arthritis, iritasi saraf atau adanya suatu kista. Dokter mungkin juga menyuruh anda melakukan pemeriksaan Rontgen atau MRI untuk menyakinkan bahwa anda tidak mengalami fraktur tekanan.
· Kadang-kadang, hasil rontgen menunjukkan adanya tonjolan tulang baru (spur) dari tulang tumit. Pada masa lampau, tonjolan tulang sering kali dituding sebagai penyebab nyeri lutut dan dibuang dengan pembedahan, tetapi sekarang diketahui bahwa tonjolan tulang tidak menyebabkan nyeri. Pembedahan untuk membuang spur sangat jarang dilakukan.

Komplikasi
· Mengabaikan plantar fasciitis dapat menyebabkan keadaan menahun yang mengganggu aktivitas rutin anda. Anda juga dapat mengalami masalah-masalah di kaki, lutut, paha atau punggung oleh karena plantar fasciitis akan mengubah cara anda berjalan.
Pencegahan
Anda dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mencegah nyeri yang lebih lanjut:
§ Menjaga berat badan sehat ideal. Ini akan meminimalkan stress pada plantar fascia anda.
§ Memilih sepatu yang ergonomis. Hindari sepatu dengan tumit yang terlalu rendah. Belilah sepatu dengan tumit rendah sampai sedang, mempunyai dukungan lengkung kaki yang baik dan dapat menyerap kejutan/hentakan dengan baik. Jangan bertelanjang kaki, terutama pada permukaan yang keras.
§ Jangan menggunakan sepatu atletik yang sudah rusak. Gantilah sepatu atletik lama anda bila sudah tidak pas lagi dengan kaki anda. Jika anda seorang pelari, belilah sepatu baru stelah digunakan kurang lebih 400 miles.
§ Mulailah aktivitas olahraga secara perlahan. Pemanasan ssebelum memulai aktivitas atletik atau olahraga apapun, dan mulailah suatu program latihan baru secara perlahan-lahan.
§ Lakukan peregangan pada saat bangun tidur. Sebelum anda turun dari tempat tidur di pagi hari, regangkan otot-otot betis, lengkung kaki dan tendon Achilles dengan cara menyentuh ujung kaki anda dan secara perlahan-lahan melipat kaki anda. Ini dapat menolong untuk membalikkan kekencangan dari plantar fascia yang terjadi sepanjang malam.

Gaya hidup dan pertolongan di rumah
Dengan mengikuti tip di bawah ini, anda mungkin dapat melenyapkan nyeri tumit tanpa pengobatan lebih lanjut.
§ Kompres es/dingin. Kompres es batu yang dibungkus dengan kain di daerah nyeri selama 15 sampai 20 menit, tiga atau 4 kali sehari atau setelah aktivitas. Atau anda bisa coba urut es. Bekukan sebotol air dan urutkan di atas daerah yang nyeri sekitar 5 sampai tujuh menit. Urut es teratur dapat menolong untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
§ Istirahatkan kaki anda. Istirahatkan kaki anda untuk beberapa hari pada saat nyeri parah.
§ Kurangi jarak lari anda.
§ Lakukan olah raga yang tanpa atau rendah hentakan. Gantilah dengan berenang atau bersepeda bila selama ini anda melakukan olahraga berjalan, lari atau jogging. Anda dapat kembali ke aktivitas rutin anda bila nyeri tumit secara perlahan-lahan membaik atau lenyap.
§ Gunakan sepatu yang ergonomis.
§ Lakukan peregangan lengkung kaki anda.

TYPHOID


A. Pengertian

Typhoid adalah penyakit infeksi sistemik akut yang disebabkan infeksi salmonella Thypi. Organisme ini masuk melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh faeses dan urine dari orang yang terinfeksi kuman salmonella. ( Bruner and Sudart, 1994 ).
Typhoid adalah penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh kuman salmonella thypi dan salmonella para thypi A,B,C. sinonim dari penyakit ini adalah Typhoid dan paratyphoid abdominalis. (Syaifullah Noer, 1996).
Typhoid adalah suatu penyakit pada usus yang menimbulkan gejala-gejala sistemik yang disebabkan oleh salmonella typhosa, salmonella type A.B.C. penularan terjadi secara pecal, oral melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi (Mansoer Orief.M. 1999).

B. Etiologi
Etiologi typhoid adalah salmonella typhi. Salmonella para typhi A. B dan C. ada dua sumber penularan salmonella typhi yaitu pasien dengan demam typhoid dan pasien dengan carier. Carier adalah orang yang sembuh dari demam typhoid dan masih terus mengekresi salmonella typhi dalam tinja dan air kemih selama lebih dari 1 tahun.

C. Patofisiologi

Penularan salmonella thypi dapat ditularkan melalui berbagai cara, yang dikenal dengan 5 F yaitu Food (makanan), Fingers (jari tangan / kuku), Fomitus (muntah), Fly (lalat), dan melalui Feses.
Feses dan muntah pada penderita typhoid dapat menularkan kuman salmonella thypi kepada orang lain. Kuman tersebut dapat ditularkan melalui perantara lalat, dimana lalat akan hinggap dimakanan yang akan dimakan oleh orang yang sehat. Apabila orang tersebut kurang memperhatikan kebersihan dirinya seperti mencuci tangan dan makanan yang tercemar kuman salmonella thypi masuk ke tubuh orang yang sehat melalui mulut. Kemudian kuman masuk ke dalam lambung, sebagian kuman akan dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus bagian distal dan mencapai jaringan limpoid. Di dalam jaringan limpoid ini kuman berkembang biak, lalu masuk ke aliran darah dan mencapai sel-sel retikuloendotelial. Sel-sel retikuloendotelial ini kemudian melepaskan kuman ke dalam sirkulasi darah dan menimbulkan bakterimia, kuman selanjutnya masuk limpa, usus halus dan kandung empedu.
D. Tanda dan Gejala
Masa tunas typhoid 10 - 14 hari
Minggu I
Pada umumnya demam berangsur naik, terutama sore hari dan malam hari. Dengan keluhan dan gejala demam, nyeri otot, nyeri kepala, anorexia dan mual, batuk, epitaksis, obstipasi / diare, perasaan tidak enak di perut.
Minggu II
Pada minggu II gejala sudah jelas dapat berupa demam, bradikardi, lidah yang khas (putih, kotor, pinggirnya hiperemi), hepatomegali, meteorismus, penurunan kesadaran.


E. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Laboratorium :
Uji Widal
Uji widal adalah suatu reaksi aglutinasi antara antigen dan antibodi (aglutinin). Aglutinin yang spesifik terhadap salmonella thypi terdapat dalam serum klien dengan typhoid juga terdapat pada orang yang pernah divaksinasikan. Antigen yang digunakan pada uji widal adalah suspensi salmonella yang sudah dimatikan dan diolah di laboratorium. Tujuan dari uji widal ini adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum klien yang disangka menderita typhoid. Akibat infeksi oleh salmonella thypi, klien membuat antibodi atau aglutinin yaitu :
Aglutinin O, yang dibuat karena rangsangan antigen O (berasal dari tubuh kuman).
Aglutinin H, yang dibuat karena rangsangan antigen H (berasal dari flagel kuman).
Aglutinin Vi, yang dibuat karena rangsangan antigen Vi (berasal dari simpai kuman).
Dari ketiga aglutinin tersebut hanya aglutinin O dan H yang ditentukan titernya untuk diagnosa, makin tinggi titernya makin besar klien menderita typhoid.

Pemeriksaan SGOT DAN SGPT
SGOT dan SGPT pada demam typhoid seringkali meningkat tetapi dapat kembali normal setelah sembuhnya typhoid.


F. Penatalaksanaan
Perawatan
Pasien diistirahatkan 7 hari sampai demam turun atau 14 hari untuk mencegah komplikasi perdarahan usus.
Mobilisasi bertahap bila tidak ada panas, sesuai dengan pulihnya tranfusi bila ada komplikasi perdarahan.

Diet
Diet yang sesuai, cukup kalori dan tinggi protein.
Pada penderita yang akut dapat diberi bubur saring.
Setelah bebas demam diberi bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim.
Dilanjutkan dengan nasi biasa setelah penderita bebas dari demam selama 7 hari.

Pengobatan:
 
ZUMAFLOX
GOLONGAN GENERIK
Ciprofloxacin / Siprofloksasin.
INDIKASI
Infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernafasan, infeksi tulang dan sendi, infeksi kulit & jaringan lunak, infeksi saluran pencernaan, gonore akut.
KONTRA INDIKASI
Hipersensitifitas terhadap Siprofloksasin atau Quinolon yang lain.
Anak-anak, remaja, wanita hamil & menyusui.
PERHATIAN
Usia lanjut, kerusakan susunan saraf pusat, epilepsi.
Interaksi obat :
-
Dapat meningkatkan kadar Teofilin dalam darah.
-
Peningkatan sementara kreatinin serum jika digunakan dengan Siklosporin.
-
Absorpsi dikurangi oleh antasida.
EFEK SAMPING
Reaksi saluran pencernaan, susunan saraf pusat, otot skeletal, kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) & reaksi yang lain.
Sangat jarang : kolitis pseudomembranosa, kejang, psikosis & reaksi susunan saraf pusat lainnya, sindroma Stevens-Johnson, fotosensitifitas, kehilangan pendengaran sementara.
KEMASAN
Kaplet salut selaput 500 mg x 50 biji.
DOSIS
#

Infeksi saluran kemih :

-
ringan sampai sedang : 2 kali sehari 250 mg.

-
berat : 2 kali sehari 500 mg.
#

Infeksi saluran pernafasan, infeksi tulang dan sendi, infeksi kulit & jaringan lunak : 2 kali sehari 500 mg, kasus-kasus berat : 2 kali sehari 750 mg.
#

Infeksi saluran pencernaan : 2 kali sehari 500 mg.
#

Gonore akut : 250 mg sebagai dosis tunggal.
 
WIAFLOX
GOLONGAN GENERIK

Ciprofloxacin / Siprofloksasin.
INDIKASI
Infeksi saluran kemih ringan sampai sedang, infeksi ringan sampai sedang pada saluran pernafasan, kulit dan jaringan lunak, tulang & sendi, gonore akut.
KONTRA INDIKASI
Hipersensitifitas, hamil, anak-anak, anak remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.
PERHATIAN
Usia lanjut, epilepsi, kerusakan susunan saraf pusat, kerusakan ginjal.
EFEK SAMPING
Efek saluran pencernaan, pusing, sakit kepala, insomnia/susah tidur.
KEMASAN
Tablet salut selaput 500 mg x 2 x 10 biji.
DOSIS
#
Infeksi saluran kemih ringan sampai sedang : 2 kali sehari 250 mg, infeksi berat : 2 kali sehari 500 mg.
#
Infeksi ringan sampai sedang pada saluran pernafasan, kulit dan jaringan lunak, tulang & sendi : 2 kali sehari 500 mg, infeksi berat : 2 kali sehari 750 mg.
#
Gonore akut : 250 mg sebagai dosis tunggal.

VOLINOL
Ciprofloxacin / Siprofloksasin.
INDIKASI
Infeksi saluran kemih kecuali prostatitis, uretritis & servisitis.
Gonore, infeksi saluran pencernaan termasuk demam tifoid & paratifoid, infeksi saluran pernafasan kecuali pneumonia yang disebabkan oleh Streptococcus ß-hemolitikus, infeksi kulit & jaringan lunak, infeksi tulang & sendi.
KONTRA INDIKASI
Hipersensitifitas.
Hamil, menyusui.
PERHATIAN
Gangguan susunan saraf pusat, kerusakan ginjal.
Interaksi obat :
-
antasida yang mengandung Aluminium dan Magnesium.
-
bisa meningkatkan kadar Teofilin dalam plasma.
-
Probenesid, Klindamisin, Metronidazol.
EFEK SAMPING
Keluhan pada saluran pencernaan, gangguan susunan saraf pusat, reaksi kulit, peningkatan sementara jumlah enzim hati.
KEMASAN
Kaplet 500 mg x 30 biji.
DOSIS
#
Infeksi saluran kemih :
-
ringan/sedang : 2 kali sehari 250 mg.
-
berat : 2 kali sehari 500 mg.

#
Infeksi saluran pernafasan, tulang, sendi, kulit, dan jaringan lunak :
-
ringan/sedang : 2 kali sehari 500 mg.
-
berat : 2 kali sehari 750 mg.
#
Infeksi saluran pencernaan : 2 kali sehari 500 mg.
#
Gonore akut : 250 mg sebagai dosis tunggal.
#
Osteomielitis (radang sumsum tulang) akut : tidak kurang dari 750 mg 2 kali sehari.
Pasien yang menderita disfungsi ginjal dengan klirens kreatinin kurang dari 20 mL/menit : dosis normal sekali sehari atau 2 kali sehari ½ dosis normal.

TEQUINOL 500
GENERIK
Ciprofloxacin / Siprofloksasin HCl.
INDIKASI
Infeksi saluran kemih, saluran pernafasan (kecuali peumonia Streptococcus), tulang dan sendi, kulit dan jaringan lunak, saluran pencernaan termasuk demam tifoid/paratifoid, gonore akut, osteomielitis (radang sumsum tulang) akut.
KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap Siprofloksasin & derivat Quinolon lain.
Hamil, menyusui, anak-anak, remaja.
PERHATIAN
Gangguan fungsi ginjal.
Interaksi obat :
-
bisa meningkatkan kadar Teofilin dalam plasma.
-
peningkatan sementara kreatinin dalam serum jika digunakan dengan Siklosporin.
-
absorpsi dikurangi oleh antasida.
EFEK SAMPING
Keluhan pada saluran pencernaan, sakit kepala, kelelahan, gangguan penglihatan, reaksi kulit, kenaikan sementara nilai enzim hati.
KEMASAN
Kaplet salut selaput 500 mg x 30 biji.
DOSIS
# Infeksi saluran kemih :
-
ringan sampai sedang :
2 kali sehari 250 mg.
-
berat :
2 kali sehari 500 mg.

# Infeksi saluran pernafasan (kecuali peumonia Streptococcus), tulang dan sendi, kulit dan jaringan lunak :

-
ringan :
2 kali sehari 500 mg.
-
berat :
2 kali sehari 750 mg.
# Infeksi saluran pencernaan termasuk demam tifoid/paratifoid : 2 kali sehari 500 mg.
# Gonore akut : 250 mg sehari sebagai dosis tunggal.
# Osteomielitis akut : untuk mencapai konsentrasi yang mencukupi, dosis tidak boleh kurang dari 750 mg 2 kali sehari.

PONCOFLOX
GOLONGAN
GENERIK
Ciprofloxacin / Siprofloksasin.
INDIKASI
Infeksi saluran kemih, saluran pernafasan, tulang, sendi, kulit & jaringan lunak, saluran pencernaan, gonore akut, osteomielitis (radang sumsum tulang) akut.
KONTRA INDIKASI
#
Hipersensitif terhadap Siprofloksasin.
#
Bayi berusia kurang dari 3 bulan & anak-anak yang belum puber.
#
Hamil & menyusui.
PERHATIAN
#
Kerusakan susunan saraf pusat & rentan terhadap kejang.
#
Gangguan fungsi ginjal atau hati.
#
Pada lansia dimana terdapat kegagalan sirkulasi darah otak terutama selama stroke.
Interaksi obat :
-
diantagonis oleh Nitrofurantoin.
-
mempertinggi efek antikoagulan.
-
menghambat metabolisme Teofilin.
-
absorpsi dikurangi oleh antasida yang mengandung Aluminium dan Mg(OH)2.
-
mempertinggi kadar Kreatinin dalam serum jika digunakan dengan Siklosporin.
EFEK SAMPING
#
Mual, diare, muntah, nyeri perut, kembung, anoreksia (kehilangan nafsu makan), mengantuk, sakit kepala, pusing, insomnia/susah tidur, agitasi/kegelisahan, kejang atau mengigil & ruam kulit.
#
Eosinofilia, leukositopenia, leukositosis, anemia.
#
Sakit kuning kolestatik, hiperglikemia.
#
Kristaluria & hematuria.
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
  KEMASAN
Tablet 500 mg x 2 x 10 biji.
DOSIS
#
Infeksi saluran kemih : 2 kali sehari 250 mg, parah : 2 kali sehari 500 mg.
#
Infeksi saluran pernafasan, tulang, sendi, kulit & jaringan lunak : 2 kali sehari 500 mg, parah : 2 kali sehari 750 mg.
#
Infeksi saluran pencernaan : 2 kali sehari 500 mg.
#
Gonore akut : 250 mg sebagai dosis tunggal.
#
Osteomielitis akut : tidak kurang dari 750 mg 2 kali sehari.
PENYAJIAN
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak

 
INTERFLOX
250 mg-500 mg
TABLET-KAPLET
KOMPOSISI :
INTERFLOX 25O
Tiap tablet salut selaput mengandung :
Cipfofloxacin HCl-1H20 setara dengan Ciprofloxacin
250mg
INTERFLOX 5OO
Tiap kaplet salut selaput mengandung :
Ciprofloxacin HCl.1H2O setara dengan Liproroxacrn
500 mg
KHASIAT :
Ciprofloxacin merupakan antlbiotik golongan fluorokuinolon,bekerja dengan cara mempengaruhi enzim DNA gyrase bakteri. Ciprofloxacin merupakan antibiotik untuk bakteri Gram-negatif dan Gram-positif yang sensitif. Bakteri Gram-positif yang sensitif : Enterococcus faecalis,Staphylacaccus aureus,Staphylacoccus epidermidis,Strcptccaccus pyagenes. Bakteri Gram-negatif yang sensitif : Campylobacter jejuni,Citrabacter divercus,Citrobacter freundii,Entercbacter claacae,Escherichia cali,Haemaphilus influenzae,Klebsiella pneumaniae,Morganella morganii,Neisseria ganorrhoeae,Proteus mirabilis,Proteus vulgaris,Providencia stuartii,Providencia rettgeri,Pseudomonas aeruginosa,Salmaneila typhi,Senatia marcescens,Shigella flexneri,Shigella sonnei.
INDIKASI
Untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap Ciprofloxacin sepeiti :   
-
lnfeksi saluran Kemih termasuk prostatitis   
-
Uretritis dan sevisitis gonore.  
-
Infeksi saluran cerna,termasuk demam tifoid yang disebabkan oleh S. typhl.Khasiat Ciprofloxacin   untuk eradikasi "chronic thypoid carrie" belum diketahui. 
-
lnfeksi saluran nafas,kecuali pneumonia akibat streptococcus.  
-
Infeksi kulit dan jaringan lunak.   
-
Infeksi tulang dan sendi.
KONTRA INDIKASI :   
-
Penderita yang hipersenstif terhadap Ciprofloxacin atau antibiotik derivat kuinoion lainnya   
-
Wanita hamil dan menyusui.   
-
Anak-anak di bawah usia 12 tahun.
EFEK SAMPING :   
-
Efek terhadap saluran cerna     
Mual,diare,iruntah,gangguan pencemaan,dispepsia,nyeri abdomen,flatulSsi,anoreksia,disfagia.  Kalau terjadi diare berat atau persisten selama atau sesudah pengobatan,segera konsultasi pada   dokter karena gejala tersebut mungkin menutupi kelainan yang lebih serius (kolitis pseudomembran) yang memerlukan tindakan segera.Kalau ini terjadi,pemberian Ciprofloxacin harus segera di hentikan dan diganti dengan obat lain yang lebih sesuai(misal Vancomycin per 4 x 250 mg   sehari).Obat-obat yang menghambat perisialtik merupakan kontraindikasi.   
-
Efek terhadap sistem saraf Pusing,sakit kepala,rasa letih,insomnia,agitasi,tremor,sangatjarang : paralgesia perifer,berkeringat,kejang,ansietas,mimpi buruk,konfusi,depresi,halusinasi,gangguan   pengecapan dan penciuman,gangguan penglihatan (misal penglihatan ganda,warna-warni).Reaksi   kadang-kadang timbul setelah pemberian Ciprofloxacin untuk pertama kalinya.Dalam hal lni   Ciprofloxacin harus segera dihentikan dan segera konsultasi pada dokter.  
-
Reaksi hipersensitifitas Reaksi kulit seperti kemerahan pada kulit,pturitus,drugfever.Reaksi     anafilaktik/anafilaktoid (sepertiedema pada wajah,vaskuler dan laring,dispnea yang bertambah berat   sehingga terjadi syok yang mengancam jiwa).Dalam hal ini Ciprofloxacin segera dihentikan,tindakan     kedaruratan medis (misal mengatasi syok) harus segera dilakukan.  
-
Efek terhadap renal/urogenital
Nefritis interstisial,gagal ginja,termasuk gagal ginjal yeng transient (sementara),poliura,retensi urine, pendarahan uretheral, vaginitis dan asiodosis releosiife.  
-
Efek terhadap hati Hepatitis,sangat jarang : kelainan hati yang luas seperti nekrosis hati.
-
Efek terhadap sistem kardiovaskuler
Jarang : takikardia,palpitasi,atrial flutter,ventricular ectopy,sinkope,hipertensi,angina   pektoris,infark miokardial,cardiopulmonary arrest,cerebral thrombosis,wajah  merah dan  panas,migrain,pingsan.
-
Lain-lain
Jarang : nyeri sendi,lemas seluruh tubuh,nyeri otot,tendovaginitis,fotosensitifitas     ringan,tinnitus,gangguan pendengaran terutama untuk frekuensi tinggi,epistaksis,laryngeal atau     pulmonary edema,hemoptisis,bronchospasm,pulmonary embolism.                                            embolism.
-
Efek pada darah
Eosinofilia,leukositopenia,leukositosis,anemia granulositopenia. Sangat jarang : trombositopenia,trombositosis,kelainan protrombin.
-
Efek pada nilai laboratorium/deposit urin
Kadar transminase dan alkali fosfatase dalam darah mungkin meningkat untuk sementara:ikterus     kolestatik dapat terjadi terutama pada pasien yang pernah mengalami kelainan;peningkatan kadar urea,   kreatinin dan bilirubin darah seara transient (sementara);hiperglikemia;pada kasus   tertentu:kristaluria dan hematuria.       

PERINGATAN/PERHATIAN.  
-
Ciprofloxacin harus ditelan dengan air secukupnya untuk mencegah kristaluria.  
-
Hati-hati pemberian pada penderita dengan ganguan ginjal (lihat aturan pakai). 
-
Pemberian tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan    
Ciprolloxacin harus diberkan dengan hati-hati pada penderita usia lanjut.Pada kasus epilepsi dan pasien yang pernah mengalami gangguan SSP (misalnya ambang kejang rendah,riwayat konvulsi aliran darah ke otak berkurang dan stroke).Ciproftoxecin hanya dibrikan jika manfaatnya lebih besar    dibanding risikonya,karena pasien demikian mungkin akan menderita efek samping SSP.   
-
Meskipun diminum sesuai dengan resep dokter,obat ini dapat mengganggu respoas pasien,kemampuan mengemudi dan menjalankan mesin.Gangguan ini akan lebih berat jika diminum bersama alkohol.
-
Seperti halnya antimikroba lainnya,pemberian jangka lama dapat mengakibatkan pertumbuhan berkelebihan dari mikroorganisme yang kurang peka.
-
Hindarkan penderita dari sinar  matahari yang berlebihan.Bila terjadi fototoksisitas pengobatan    harus segera di hentikan.  
INTERAKSI OBAT :
-
Obat-obat yang mempengaruhi keasaman lambung (antasida) yang mengandung Aluminium atau Magnesium hydroxide akan mengurangi absorpsi Ctprofloxacin.Karena itu Ciprofloxacin harus ditelan 1-2 jam sebelum atau minimal 4 jam sesudah meminum antasida.Pembatasan ini tidak berlaku pada antasida yang    tidak mengandung Aluminium atau Magnesium hydroxide.            
-
Pemberian Cipxofloxacin bersama Theophylline dapat meningkatkan kadar Theophylline dalam plasma  sehingga dapat menimbulkan efek samping Theophylline.Apabila kombinasi ini tidak dapat  dihindarkan,kadar Theophylline dalam plasma harus dimonito rdan dosis Theophylline harus dikurangi. Jika kadar Theophylline tidak dapat dimonitor,pemberian Ciprofloxacin harus dihindari.    
-
Kenaikan kadar kreatinin serum untuk sementara terlihat pada pemberian Ciprofloxacin bersama  Cyclosporine.Dalam hal ini,kadar kreatinin serum harus sering dipantau (dua kali seminggu).
-
Harus dipertimbangkan kemungkinan terjadinya interaksi pada pemberian Ciprofloxacin bersama  Probenecid.
-
Pemberian bersama Ciprofloxacin dan antikoagulan oral dapat memperpanjang waktu pendaranan.
-
Pemberian bersama Metoclopramide mempercepat absorbsi Ciprofloxacin.